Sabtu, 04 Oktober 2014

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
“TINGKAH LAKU”
Disusun Oleh
 KELOMPOK 4
1.   Bobby Gustian        
2.   Ria Dwi Putri          
3.   Revania Haroni      
4.   Sintia sandri           
5.   Fadli Yusuf            
Dosen Pembimbing :1.Rizwar, Drs., MS
                                  2.Yunofrizal, Drs
LABORATORIUM BIOLOGI
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Bengkulu
2013/2014


I.   TUJUAN
Setelah melakukan kegiatan tentang gerak pada hewan dan tumbuhan, mahasiswa mampu :
1.      Mengenal 3 macam gerak tropis pada tumbuhan.
2.      Mengenal 3 bentuk reaksi/perilaku hewan terhadap berbagai rangsangan.
3.      Mengenal reaksi hewan yang bersifat phototaksis, positif dan negatif.



II.      LANDASAN TEORI
Tingkah laku adalah suatu reaksi yang mengikut sertakan lebih dari reaksi satu sel (kecuali jika individu tersebut terdiri  dari satu sel) lebih dari satu organ, bahkan lebih dari satu sistem organ. Contoh :
“ cahaya di arahkan kesisi tumbuhan, tumbuhan itu akan memutar daunnya dan diarahkan ke arah cahaya tersebut. ”
Perilaku adalah tindakan / aksi yang mengubah hubungan antara organisme dan lingkungannya. Perilaku dapat terjadi sebagai akibat suatu stimulus dari luar dan dari stimulus dari dalam.
a.     Perilaku pada tumbuhan
Perilaku pada tumbuhan merupakan gerakan bawaan yang alami karena tumbuhan tidak memiliki sistem saraf, sehingga perilaku tumbuhan hanya terbatas pada gerak tumbuh dan gerak turgor. Gerakan tanaman antara lain adalah : membengkoknya dahan dan akar, melipatnya daun  dan perpindahan tanaman tingkat rendah.
·         Tropisme
Gerakan tropisme yaitu gerakan yang arahnya ditentukan oleh arah stimulus yang mengenai tumbuhan.
·         Nasti
Gerakan nasti yaitu gerakan yang umum yang tidak diarahkan ke arah tertentu, misalnya pada daun manorsa pudica.
·         Grafitropisme
Gerakan grtavitropisme ialah gerakan tumbuh ke bawah dan batang ke atas sebagai responnya terhadap gravitasi.
·         Fototropisme
Gerakan fototropisme adalah gerakan di mana batang dan daun sering mengarahkan dirinya menuruti berkas cahaya.
·         Tigmotropisme
Gerakan tigmotropisme merupakan gerakan terhadap sentuhan benda padat, yaitu dengan merambatnya tumbuhan mengelilingi sebuah tiang atau batang tumbuhan lain.
·         Skototropisme
 Gerakan skototropisme yaitu gerak atau respon yang mengarah ke kegelapan, skototropisme berasdal dari bahasa yunani yang artinya kegelapan.
b.    Taksis
Beberapa organisme bereaksi terhadap stimulus dengan bergerak secara otomatis langsung mendekati atau menjauh dari sudut tertentu terhadapnya, respon ini disebut taksis. Hal ini sama dengan tropisme pada tumbuhan kecuali bila lokomosi yang nyata dari seluruh yang terlihat. Bahkan organisme sederhana E.coli mamperlihatkan perilaku ini. Bila tabung kapiler seperti zat glukosa di masukkan ke medium yang berisi, E. Coli, baktri mengubah lokomosinya sedemikian rupa sehingga mereka berkumpul di dekat sumber zat tersebut. Respons ini dinamakan kemotaksis (Kimball. 1983 : 723-724)
c.      Gerak Nasti
Daun atau anak daun pada daun majemuk sering menunjukkan gerak nasti. Pembengkokkan ke arah atas disebut hiponasti dan ke bawah di sebut epinasti. Gerakan nasti dibagi menjadi 3, yaitu :
·         Niktinasti
Adalah gerak menutup atau rebahnya tumbuhan karena pengaruh gelap atau menjelang malam. Contoh : gerak tidur daun lamtoro pada malam hari.
·         Tigmonasti
Adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang mekanisme berupa sentuhan atau tekanan.Contohnya : menutupnya daun putri malu.
·         Fotonasti
Adalah gerak nasti karena pengaruh rangsang cahaya. Contoh : gerak mekarnya bunga pukul empat, bunga waru, dan bunga kupu – kupu.


d.    Gerak Hidrotropisme
Gerak hidrotropisme yaitu gerak pada tumbuhan / tanaman karena adanya rangsangan air. Gerak hidrotropisme terjadi pada akar tanaman. Air sangat berpengaruh besar terhadap tanaman karena merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman untuk kelangsungan hidup.
Gerak akar pada tanaman selalu mencari sumber air. Maka gerak tersebut disebut gerak hidrotropisme.
Tanaman yang hidup di tempat kering dengan tanaman yang hidup yang lembab sangat berbeda. Jika di tempat yang lembab jumlah akarnya sangat banyak. Sedangkan ditempat yang kering jumlah akarnya sangat sedikit. Hal ini di sebabkan karena dipengaruhi oleh kadar air.
e.      Gerak geotropisme
Gerak geotropisme yaitu gerak tumbuhan karena gaya gravitasi bumi yang umumnya terjadi pada akar. Gerak geotropisme bergantung pada unsyr tanah dan keadaan tanah pada suatu tempat yang menyebabkan akar selalu tumbuh ke bawah. Gerak geotropisme sangat berpengaruh pada kesuburan tanah. Gerak tropisme biasanya terjadi pada tumbuhan dikotil karena mempunyai akar tunggang yang selalu bergerak lurus ke bawah (Salisloury,1995:87).
f.      Respon  gerakan
Respon dapat dibedakan dalam 2 macam yaitu :
1.      Gerak tumbuh (growth movement)
Gerak tumbuh merupakan respon terhadap rangsangan internal maupun eksternal. Dalam hal ini rangsangan internal keadaan sebenarnya serta peranan dari faktor tumbuh belum diketahui. Dapat dibedakan menjadi 3 respon terhadap rangsangan internal, yaitu:
·         Gerak nutational adalah gerak ke depan atau kebelakang ujung apikal ujung (shoot tip) spesies tertentu.
·         Gerak spiral merupakan gerak rotasi dari pucuk yang bertambah panjang sepanjang axis. Seperti gerakan melilit ( twinning).
·         Gerak nasti rangsangan external yang lain seperti temperatur dan cahaya.
2.      Gerakan turgor
Respon dari bagian tumbuhan dimulai terutama sekali dari rangsangsan external. Gerakan ini terjadi karena hasil perubahan dalam turgor (tekanan air) dari sel-sel itu atau dari grup sel. Tidak seperti halnya gerakan tumbuhan yang lambat dan merupakan hal yang permanen, gerakan turgor adalah cepat, halnya untuk waktu yang pendek dan bisa di ulang. Gerakan turgor yang paling penting adalah gerakan pembukaan dan penutupan sel pelindung epidermal dari daun dan batang. Gerakan turgor yang lain adalah gerakan kontak (contact movement) dari daun pada tumbuhan carnivora yang sensitif, dan gerak tidur dari daun pada tumbuhan tertentu (Heddy.1983:41-47).




III.    ALAT DAN BAHAN
·         Gelas plastik
·         Tanah yang kering
·         Cacing tanah
·         Kacang hijau
·         Kotak ukuran 20 x 20 cm2
·         Gelas petri
·         Air
·         Tepung sagu
·         Kertas karbon
·         Pisau




IV.    LANGAH PERCODBAAN
A. Gerak pada tumbuhan
·         Fototropisme
1.      Biji kacang hijau direndam 15 biji.
2.      Gelas plastik diisi dengan tanah.
3.      Kotak dilubangi pada salah satu sisi.
4.      Tanah kemudian dibasahi.
5.      Kacang hijau sebanyak 6 biji kemudian ditanam.
6.      Gelas tersebut disimpan pada kotak dan diamati pada hari ke-3, 4 dan 5.

·      Geotropisme
1.    Biji kacang hijau kurang lebih 15 direndam.
2.    Siapkan gelas plastik, kemudian gelas plastik diisi dengan tanah yang lembab.
3.    6 biji kacang hijau kemudian ditanam.
4.    Setelah hari ke-2 gelas tersebut dimiringkan dengan kemiringan + 450, kemudian diamati pada hari ke -2,3 dan 4.

·         Hidrotropisme
1.      Gelas diisi dengan tanah basah pada ½ sisi, kemudian setengah sisinya diisi dengan tanah kering (untuk lebih mudahnya, sementara diberi kertas pembatas).
2.      Kemudian + 6 biji kacang hijau ditanam pada sekeliling permukaan tanah.
3.      Gelas percobaan akhirnya disimpan dan diamati pada hari ke-2,3, dan 4.

B. Gerak pada hewan
1.      Cawan petri dan kertas karbon disediakan, dengan bentuk ½ lingkaran
2.      Cawan petri ditutup dengan kertas karbon hingga ½ bagian menjadi gelap.
3.      Seekor cacing tanah dimasukkan pada bagian cawan yang terkena cahaya.
4.      Kemudian diamati bagaimana gerakan cacing tersebut.
5.      Setelah cacing sampai pada bagian/tempat yang gelap, cacing tersebut diangkat, kemudian bekas/jejak cacing tersebut ditaburi dengan sagu. Cawan petri lalu dibalikkan sehingga tampak adanya tepung yang menempel pada petri (sebagai gambaran/jiplakkan jejak gerakan cacing)


V.      HASIL PERCOBAAN
A.   Gerak pada Tumbuhan
·        Fototropisme
ü  Pada hari kedua tanaman kacang hijau tumbuh dengan baik, dan panjangnya 3  cm. ujung tunas tampak menuju ke arah lubang kotak atau ke arah datangnya cahaya matahari.
ü  Pada hari ke empat tanaman kacang hijau tumbuh dengan baik juga, panjangnya 15 cm, ujung tunas kacang hijau sudah keluar dari kotak melalui lubang yang disediakan di kotak karena kacang hijau tumbuh ke arah datangnya cahaya matahari. Sehingga disebut Fototropisme Positif.
ü  Pada hari ke lima tanaman kacang hijau tumbuh dengan baik juga, panjangnya 20 cm. Ujung tunas kacang hijau sudah keluar dari kotak melalui lubang yang disediakan dikotak karena kacang hijau tumbuh ke arah datangnya cahaya matahari. Sehingga disebut Fototropisme Positif
  
·         Geotropisme
ü  Pada hari ke dua tanaman kacang hijau tumbuh baik, dengan panjang ± 3 cm. akarnya menuju pusat bumi.
ü  Pada hari ke empat, setelah dimiringkan 450 tanaman kacang hijau makin panjang, panjangnya 10 cm, batang kacang hijau bergerak menuju kepusat bumi, hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik bumi (gravitasi bumi). Dan akarnya juga miring atau melengkung.
ü  Pada hari ke limat, pada ke miringkan 450 tanaman kacang hijau makin panjang, panjangnya 13 cm, batang kacang hijau bergerak menuju kepusat bumi, hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik bumi (gravitasi bumi). Dan akarnya juga miring atau melengkung.
·        Hidrotropisme
ü  Pada hari ke dua kacang hijau tetap tumbuh meskipun tanahnya kering dan disiram pada arah yang berlawanan dengan tanaman. Tingginya 2 cm.
ü  Pada hari ke empat tanaman kacang hijau tetap tumbuh disiram pada arah yang berlawanan dengan tanaman. Akar tanaman tumbuh ke arah sumber air. Tingginya 7 cm.
ü  Pada hari ke lima tanaman kacang hijau tetap tumbuh meskipun disiram pada arah yang berlawanan dengan tanaman. Akar tanaman tumbuh ke arah sumber air. Tingginya 12 cm.


B.     Gerak pada Hewan
Cacing tanah yang diletakkan di cawan petri ketika terkena cahaya matahari, cacing tersebut langsung bergerak dengan cepat menuju arah yang gelap/arah yang tidak terkena cahaya matahari, pergerakan ini disebut Fototaksis Negatif.
       
Percobaan 1                                                     percobaan 2
Percobaan 3



VI.    PEMBAHASAN
               Dari hasil pengamatan tentang tingkah laku yang telah dilakukan, tanaman kacang hijau sebagai hasil percobaan pada hari ke dua tanaman tumbuh dengan baik dengan panjang 3 cm, tanaman kacang hijau tampak menuju kearah lubang yang ada pada kotak atau menuju kearah datangnya sinar matahari. Pada hari ke empat panjangnya mencapai 15 cm. Pada hari ke lima tanaman kacang hijau tumbuh ke arah datangnya sinar matahari dan menuju ke luar lubang.
               Kacang hijau tumbuh dengan cepat. Sebagian batang kacang hijau sudah tampak keluar dari kotak menuju arah datangnya sinar matahari. Maka gerakan kacang hijau ini menuju datangnya sinar matahari dikatakan sebagai gerakan Fototropisme Positif, hal ini disebabkan karena kacang hijau memiliki zat hijau daun untuk melakukan fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari, fotosintesis dilakukan tumbuhan untuk menghasilkan makanan bagi tumbuhan itu sendiri dan menghasilkan oksigen yang digunakan manusia untuk bernafas.
               Selanjutnya adalah gerak tumbuhan secara geotropisme pada kacang hijau. Pada hari ke dua tanaman kacang hijau tumbuh dengan baik, dengan panjang 3 cm dimana yang tampak hanya tunas, akar, batang dan daun belum terlihat dengan jelas. Pada hari keempat, setelah dimiringkan  450 batang kacang hijau bergerak menuju ke pusat bumi dengan ketinggian 10 cm. Pada hari ke lima tingginya mencapai 13 cm. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik bumi (gaya gravitasi bumi). Sehingga pertumbuhan kacang hijau tersebut membengkok dan akarnya melengkung. Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa geotropisme merupakan gerak bagian dari tumbuhan menuju ke pusat bumi karena adanya gaya gravitasi bumi.
Gerak pada tumbuhan secara hidrotropisme pada tanaman kacang hijau, di mana pada satu gelas diisi dua jenis tanah, sebagian diberi air dan sebagian tanahnya tidak diberi air, Biji kacang hijau paling baik tumbuh pada daerah yang tanah yang diberi air dari pada bagian yang tanahnya tidak diberi air (tanah kering). Maka hal ini dapat membuktikan bahwa air merupakan faktor utama dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan mahluk hidup.
Gerak pada hewan secara Fototaksis pada cacing tanah sebagai objek untuk mengamati tingkah laku hewan terhadap lingkungannya/terhadap rangsangan. Cacing melakukan gerak/respon terhadap rangsangan dalam hal ini rangsangan yang diberikan adalah sinar matahari, cacing meresponnya dengan cara menjauhi arah datangnya sinar matahari dan menuju daerah yang gelap atau daerah yang tidak terkena cahaya matahari. Dari reaksi cacing terhadap cahaya matahari tersebut, maka dapat dikatakan bahwa cacing merupakan hewan yang tidak menyukai cahaya matahari. Respon cacing terhadap cahaya ini merupakan gerak taksis yaitu gerak fototaksis negatif (menjauhi sinar matahari).


VII.   KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan yaitu tentang pergerakan pada tumbuhan dan hewan, dapat disimpulkan bahwa :
·         Pada percobaan pertama, yaitu gerakan fototaksis pada tumbuhan dapat disimpulkan bahwa tumbuhan tumbuh ke arah datangnya sinar matahari.
·         Pada percobaan ke dua, yaitu gerakan geotropisme pada tumbuhan dapat disimpulkan bahwa tumbuhan tumbuh ke arah pusat bumi, dan akarnya membengkok.
·         Pada percobaan ke tiga, yaitu gerakan hidrotropisme pada tumbuhan dapat disimpulkan bahwa tumbuhan tumbuh ke arah datangnya cahaya matahari, dan akarnya menuju ke arah datangnya sumber air.
·         Pada percobaan ke empat, yaitu gerakan fototaksis pada hewan dapat disimpulkan bahwa gerakan hewan secara spontan bergerak menghindari arah datangnya rangsangan.
·         Pertumbuhan akar akan selalu menuju ke pusat bumi, kecuali akar-akar tumbuhan tertentu
·         Cahaya sangat mempengaruhi proses perkecambahan dan pertumbuhan tanaman.


VIII. JAWABAN PERTANYAAN
1.      Masih adakah faktor lain selain cahaya yang dapat mempengaruhi gerakan pada hewan ? Jelaskan !
Jawab:
Masih ada, yaitu faktor Suhu, Lingkungan, kelembaban. Faktor suhu dimana hewan itu berada di bawah suhu normalnya maka hewan tersebut tidak bisa beraktifitas dengan sempurna, misalnya saja pada suhu dingin hewan akan lebih banyak bergerak/berpindah untuk mencari suhu yang hangat. Sedangkan pada saat suhu panas hewan tersebut mengurangi gerakannya.

2.      Mengapa pertumbuhan tanaman selalu mengarah pada datangnya cahaya?
Jawab:
Karena tumbuhan memiliki zat hijau daun, di mana zat hijau daun tersebut memerlukan cahaya matahari untuk berfotosintesis sehingga tumbuhan berklorofil dapat membuat makanannya sendiri.

3.      Jelaskan perbedaan fotonasti dan fototaksis?
Jawab:
·         Fotonasti adalah gerak yang disebabkan karena cahaya dan juga dipengaruhi oleh suhu dan kelembapan udara.
·         Fototaksis adalah gerakan yang disebabkan oleh cahaya atau rangsangan.




DAFTAR PUSTAKA
Haddy, Suwarsono. 1996. Hormon Tumbuhan. Jakarta : Raja Gratindo Parsada.
Kimball, Jhon. 1983. Biologi. Jakarta : Erlangga
Sumartini. 2004. Sains Biologi. Jakarta : Erlangga
Salisbury, Frank. 1995. Fisiologi Tumbuhan edisi 4. Bandung: ITB